Memasuki kawasan Pulau Bidadari yang teduh kita disambut oleh rimbunnya pohon Keben yang hampir mengisi sebagian besar Pulau Bidadari yang memiliki luas 8,6 hektar ini. Berjalan di pantai Pulau Bidadari juga tidak terasa terik panas matahari menyengat, karena ada banyak pohon yang melindungi pengunjung dari sengatan matahari di pinggir pantai Pulau Bidadari .
Untuk menuju Pulau Bidadari , kita hanya menempuh 20 menit perjalanan kapal boat dari dermaga 17 Marina Ancol. Dari Pulau Bidadari kita dapat melihat pulau lain yaitu Pulau Onrust, Pulau Kelor dan Pulau Civir /Khayangan.
Sebelumnya, pulau-pulau ini merupakan satu kesatuan dalam sistem pertahanan VOC Belanda dalam mempertahankan kota Batavia pada abad 17 hingga pertengahan abad 19.
Belanda membangun kembali benteng-benteng sisa peninggalan Pemerintahan Portugis di ketiga pulau, dan pulau Onrust sebagai pangkalan militernya. Saat penyerangan pasukan Inggris, benteng-benteng di pulau ini sempatterbengkalai selama lebih kurang 20 tahun.
Dinamakan Pulau Bidadari , konon saat dikuasai oleh kolonial Belanda / VOC, penguasa Belanda ketika itu mempunyai seorang putri yang sering istirahat menghabiskan waktunya di pulau. Pada zaman itu putri penguasa tersebut memiliki kecantikan seperti Bidadari, karena itu pulau ini dinamakan Pulau Bidadari .
Pulau Bidadari memiliki fasilitas Meeting Room dan Dua restaurant yang menyajikan aneka masakan Indonesia dan masakan laut hasil tangkapan para nelayan di sekitarnya. Bagi yang senang dengan aktifitas di udara terbuka, ada lapangan voly, tenis meja, kolam renang anak-anak (rainbowball), Kolam lumba-lumba (swimming with the dolphin), juga terdapat burung langka elang bondol, kakatua, beo dan burung makau.
PULAU BIDADARI MENYIMPAN SITUS BERSEJARAH DAN PELESTARIAN ALAM
Menyusuri Pulau Bidadari juga merupakan acara napak tilas sejarah yang mengasyikkan. Karena di sela rimbunnya pepohonan, mata kita akan terpaku pada sebuah runtuhan bangunan tua yang tampak kokoh, yaitu Benteng Martello yang ratusan tahun lalu berdiri megah di tengah Pulau Bidadari .
Benteng yang didirikan bangsa Belanda pada jaman penjajahannya ini juga dipakai oleh bangsa Portugis sebagai benteng pertahanan yang kokoh. Terbuat dari batu bata merah Belanda, dinding benteng di Pulau Bidadari dibuat setebal 1 m dan konon mempunyai lorong bawah laut yang menembus hingga ke pulau-pulau di dekatnya, benar-benar benteng pertahanan yang sangat tangguh di masa itu! Benteng itu sebagian runtuh bangunannya saat ada gelombang Tidal yang terjadi saat gunung Krakatau meletus di tahun 1883.
Pulau Bidadari juga turut menjaga kelestarian alam, dimana di sekitar pulau terdapat pelestarian pohon-pohon langka, di sini kita bisa temukan pohon cabe Jawa yang merambat dan biasa dipakai untuk bumbu masakan nenek moyang dahulu, bahkan sampai sekarang masih dipergunakan untuk menambah cita rasa masakan.
Selain pohon cabe Jawa, di Pulau Bidadari juga disemai pohon Kayu Hitam, masih ingat lagunya Paul McCartney yang dinyanyikan bareng Stevie Wonder, lagu Ebony and Ivory ?. Nah, di Pulau Bidadari ini kedua pohon sejenis tumbuh, ada kayu hitam dan kayu putih. Selain itu masih ada lagi tumbuhan lain yang akan kita dapati di sini, salah satu keajaiban alam juga bisa kita lihat di sini, berupa pohon Kepoh dan pohon Kepuh.
Pohon Kepoh dan pohon Kepuh, ditanam pada abad ke -18, dalam jeda yang tidak jauh beda (pada jam yang sama, selisih waktunya lebih kurang 30 menit), oleh seorang petani yang mempunyai dua orang anak laki-laki yang bernama Kepuh dan Kepoh, ditempat yang berjauhan jaraknya 200 meter, di pantai sebelah Timur Pulau Bidadari dan pantai sebelah Barat Pulau Bidadari dan nama pohon itu diambil dari kedua nama anaknya. Konon, pohon ini disebut Pohon Keramat, karena pada tahun 1883 saat Gunung Krakatau meletus yang mengakibatkan timbulnya gelombang Tidal, kedua pohon ini tidak rubuh / tumbang.
Saat menyusuri Pulau Bidadari tidak jarang kita akan berpapasan dengan binatang biawak yang memang dilestarikan dan tinggal di pulau, tapi tidak usah khawatir karena binatang-binatang ini tidak akan mengganggu acara wisata kita. Atau kalau beruntung kita bisa melihat Elang Bondol yang bersarang di puncak pohon Kayu Putih. Keindahan alam pulau Bidadari juga sangat menarik untuk dijadikan lokasi pemotretan Pre-Wedding, karena banyak tempat unik dan menarik yang bisa dijadikan lokasi pemotretan. Pulau Bidadari menyediakan paket khusus untuk kegiatan yang satu ini tentunya sejak dari dermaga dengan kapal boatnya pulang pergi, make up room, dan lokasi pemotretan di sekitar Pulau Bidadari .
Jika Anda tertarik untuk menjadikan Pulau Bidadari sebagai lokasi tujuan OUTBOUND untuk perusahaan atau organisasi Anda silahkan dapat menghubungi kami di 021.96830009
GARUDA ADVENTURE
Jl. Kemuning V Blok M9, KOTA BEKASI - INDONESIA
Telp : 021.80266300, 08197828483
Email : marketing@garudaadventure.com